Payung Merah

Musim hujan kembali turun, di sebrang jalan ada sepasang gadis cantik dan laki-laki yang tampan sedang bertemu dan sebelumnya mereka telah lama tidak bertemu. Suatu ketika muncul lah percakapan...

Gadis : Lihat aku bang, wajahmu kini sudah berbeda dari tiga tahun yang lalu. Apa yang kamu lakukan disini tanpa ada aku?

Laki-Laki : Aku tak pernah main-main di sini. Mungkin pikiranmu selalu mengajakmu pada wanita lain yang ada dalam hidupku, aku sama sekali tak sempat tentang itu. Beberapa kali aku lewatkan wanita lain, aku lewatkan demi kau yang pertama.
Lalu bagaimana tentang dirimu di sana? Sudah ada kah yang berani melamarmu?

Gadis : Aku di sana selalu merisaukan mu bang. Aku tak pernah yakin padamu, aku selalu berfikir ada wanita lain yang sudah mengandeng tanganmu. Maafkan aku yang selalu berfikir yang tidak pernah kau lakukan.

Laki-laki : Tentu saja banyak laki-laki lain di sana yang kau temui, jaga hatimu yang baik, selesaikan study mu yang baik, pulanglah pada hari bahagia itu, kamu sudah dewasa kelak kamu tau harus pulang kemana saat hatimu sedang rindu.

sore itu masih turun hujan, mereka berjalan di bawah payung merah seorang laki-laki sambil merangkul pundaknya sang gadis. Dia pergi untuk pulang....

Share this:

CONVERSATION

0 komentar:

Post a comment